gdpermana' blog

"The Simple Blog..."

6:35 AM

Gubernur Wanita Pertama dari Banten

Diposkan oleh gdpermana


Perempuan pada masa dahulu memang dianggap tidak mempunyai power atau kekuatan apapun untuk melakukan hal yang besar, karena dari nenek moyang kita beranggapan bahwa perempuan memang sudah di takdirkan untuk berada di dapur atau mengurus rumah tangga dan melayani suami yang bekerja di pagi hingga sore hari. Tetapi dengan dipelopori oleh ibu Kartini maka perempuan lebih mempunyai andil dalam kehidupan bangsa dan keluarganya sendiri.

Menjadi Gubernur tidak lah mudah, apalagi menjadi Gubernur di Provinsi yang baru saja dimekarkan tidaklah mudah, cukup sulit karena harus membangun dari awal. Banten, Provinsi yang dimekarkan dari Jawa Barat ini mempunyai seorang Gubernur Perempuan dan sangat menggembirakan dan menjadi prestasi adalah Gubernur Wanita Pertama di Indonesia, yaitu Hj. Ratu Atut Chosiyah, SE, ya... Dialah Gubernur Perempuan pertama di Indonesia di Provinsi yang tidak lama dimekarkan dari provinsi induknya Jawa Barat..

Inilah Biodata Gubernur Wanita Pertama Di Indonesia
Nama: Hj. Ratu Atut Chosiyah, SE
Jabatan: Gubernur Provinsi Banten
Lahir: Ciomas Serang, 16 Mei 1962
Agama: Islam
Suami: Drs. H. Hikmat Tomet
Anak:
1. Andika Hazrumi (Anggota DPD RI)
2. Andriana Aprilia
3. Ananda Trianh Salichan

Ayah: Prof. Dr. (HC) H.Tb.Chasan Sochib
Ibu: Hj. Waisah

Pendidikan:
- SD Negeri Gumulung Tahun 1974
- SLTP Negeri 11 Bandung Tahun 1977
- SMA Negeri 12 Bandung Tahun 1981
- Akuntansi Perbankan Tahun 1984

Organisasi:
a. Angkatan Muda Sliwangi Propinsi Banten
b. Wakil Bendahara Pengurus Persatuan Ahli Administrasi Indonesia Propinsi Banten
c. Anggota Badan Koordinasi Pembentukan Provinsi Banten
d. Ketua Kadinda Profinsi Banten
e. Ketua Asosiasi Distributor Indonesia (ARDIN) Provinsi Banten
f. Anggota Gabungan Pengusah Seoluruh Indonesia (Gapensi) Kabuapten Serang
g. Anggota Kamasyasya Bandung
h. Dewan Penasehat Asosiasi Kontraktor Air Indonesia (AKAIDO) Provinsi Banten
i. Bendahara Persatuan Pendekar dan Seni Budaya Banten Profinsi Jawa Barat (Bendahara)
j. Ketua Asosiasi Aspal Beton Indonesia (AAB) Profinsi Jawa Barat
k. Dewan Penasehat Tabloit Bisni Indonesia
l. Anggota Banten Bisinis center Provinsi Banten
m. Ketua Korda Bendahara Persatuan Pendekar dan Seni Budaya Banten Profinsi Jawa Barat
n. Wakil Bendahara DPP Partai Golkar itu, tidak dengan mudah
o. Bendahara Pengurus Pusat Kesatuan Perempuan Partai Golkar

Penghargaan:
a. Anugerah Citra Perempuan Indonesia di Bandung
b. Anugerah Sosial dan Wirausaha dari Yayasan Pesona Indonesia tahun 2001
c. Anugerah Citra Kartini tahun 2003 di Jakarta

Jabatan Lain:
a. Ketua Palang Merah Indonesia (PMI Provinsi Banten
b. Ketua Ikatan Motor Indonesia (IMI) Provinsi Banten
c. Ketua Satuan Koordinator Pelaksana (SATKORLAK) Bencana Alam Provinsi Banten
d. Ketua Persatuan Wanita Olah Raga Seluruh Indonesia (PERWOSI)
e. Ketua Badan Narkotika Provinsi (BNP) Provinsi Banten

Alamat Kantor:
Jl. KH Brigjen Syam’un No.5 Serang

Alamat Rumah:
Jl. Bhayangkara RT 01 RW 09 Cipocok Jaya

Sebagai Warga Banten Khususnya Kota Serang, Saya berharap Banten pada Umumnya dan Kota Serang pada khususnya menjadi Provinsi yang besar dan maju seperti provinsi-provinsi laiinya di Indonesia, saya berharap banyak siapapun Gubernurnya terutama Gubernur yang sekarang menjabat bisa membawa Banten menjadi daerah yang maju dan benar-benar menjadi Gerbang Investasi Indonesia..

Data & Image dari Tokohindonesia
Selengkapnya...

8:04 AM

Pendekatan-Pendekatan Dalam Ilmu Politik

Diposkan oleh gdpermana

Definisi Politik menurut beberapa pakar.

Politik adalah proses pembentukan dan pembagian kekuasaan dalam masyarakat yang antara lain berwujud proses pembuatan keputusan, khususnya dalam negara (Wikipedia, 2009). Politik adalah bermacam-macam kegiatan dalam suatu sistem politik (negara) yang menyangkut proses menentukan tujuan-tujuan dari sistem itu dan melaksanakan tujuan-tujuan tersebut (Rahmadani Yusran, ). Roger F. Soltau dalam “Introduction to Politic” (1961) Ilmu Politik mempelajari negara, tujuan-tujuan negara dan lembaga-lembaga yang akan melaksanakan tujuan-tujuan itu; hubungan antara negara dengan warga negaranya serta dengan negara-negara lain.

J. Barents dalam “Ilmu Politika” (1965) Ilmu Politik adalah ilmu yang mempelajari kehidupan negara yang merupakan bagian dari kehidupan masyarakat: ilmu politik mempelajari negara-negara itu melakukan tugas-tugasnya. Harold D. Laswell dan A. Kaplan dalam Power and Soceity, “ilmu politik mempelajari kekuasaan dalam masyarakat, yaitu sifat hakiki, dasar, prose-proses, ruang lingkup dan hasil-hasil”.

Dan beberapa pendekatan dalam Ilmu Politik antara lain :

a. Pendekatan Institusional
Pendekatan filsafat politik menekankan pada ide-ide dasar seputar dari mana kekuasaan berasal, bagaimana kekuasaan dijalankan, serta untuk apa kekuasaan diselenggarakan. Pendekatan institusional menekankan pada penciptaan lembaga-lembaga untuk mengaplikasikan ide-ide ke alam kenyataan. Kekuasaan (asal-usul, pemegang, dan cara penyelenggaraannya) dimuat dalam konstitusi. Obyek konstitusi adalah menyediakan UUD bagi setiap rezim pemerintahan. Konstitusi menetapkan kerangka filosofis dan organisasi, membagi tanggung jawab para penyelenggara negara, bagaimana membuat dan melaksanakan kebijaksanaan umum.


Dalam konstitusi dikemukakan apakah negara berbentuk federal atau kesatuan, sistem pemerintahannya berjenis parlementer atau presidensil. Negara federal adalah negara di mana otoritas dan kekuasaan pemeritah pusat dibagi ke dalam beberapa negara bagian. Negara kesatuan adalah negara di mana otoritas dan kekuasaan pemerintah pusat disentralisir. Badan pembuat UU (legislatif) berfungsi mengawasi penyelenggaraan negara oleh eksekutif. Anggota badan ini berasal dari anggota partai yang dipilih rakyat lewat pemilihan umum.

Badan eksekutif sistem pemerintahan parlementer dikepalai Perdana menteri, sementara di sistem presidensil oleh presiden. Para menteri di sistem parlementer dipilih perdana menteri dari keanggotaan legislatif, sementara di sistem presidensil dipilih secara prerogatif oleh presiden.

Badan Yudikatif melakukan pengawasan atas kinerja seluruh lembaga negara (legislatif maupun eksekutif). Lembaga ini melakukan penafsiran atas konstitusi jika terjadi persengketaan antara legislatif versus eksekutif.

Lembaga asal-muasal pemerintahan adalah partai politik. Partai politik menghubungkan antara kepentingan masyarakat umum dengan pemerintah via pemilihan umum. Di samping partai, terdapat kelompok kepentingan, yaitu kelompok yang mampu mempengaruhi keputusan politik tanpa ikut ambil bagian dalam sistem pemerintahan. Terdapat juga kelompok penekan, yaitu suatu kelompok yang secara khusus dibentuk untuk mempengaruhi pembuatan kebijaksanaan umum di tingkat parlemen. Dalam menjalankan fungsinya, eksekutif ditopang oleh (administrasi negara). Ia terdiri atas birokrasi-birokrasi sipil yang fungsinya elakukan pelayanan publik.


b. Pendekatan Perilaku
Esensi kekuasaan adalah untuk kebijakan umum. tidak ada gunanya membahas lembaga-lembaga formal karena bahasan itu tidak banyak memberi informasi mengenai proses politik yang sebenarnya. Lebih bermanfaat bagi peneliti dan pemerhati politik untuk mempelajari manusia itu sendiri serta perilaku politiknya, sebagai gejala-gejala yang benar-benar dapat diamati. Perilaku politik menampilkan regularities (keteraturan)

c. Neo-Marxis
Menekankan pada aspek komunisme tanpa kekerasan dan juga tidak mendukung kapitalisme. Neo Marxis membuat beberapa Negara sadar akan pentingnya persamaan tanpa kekerasan, akan tetapi komunisme sulit dijalankan di beberapa Negara karena komunisme identik dengan kekerasan dan kekejaman walaupun pada intinya adalah untuk menyamakan persamaan warga negaranya di suatu Negara sehingga tidak ada yang ditindas dan menindas terlebih lagi dalam bidang ekonomi.

Neo-Marxis juga menginginkan tidak adanya kapitalisme yang sering dilakukan Negara Barat dalam hal ini Negara maju, karena kapitalisme hanya mementingkan keuntungan yang sebesar-besarnya sehingga sering kali “menyengsarakan” rakyat pribumi karena orang-orang pribumi sering kali hanya menjadi penonton atau pun menjadi korban dari kapitalisme ini. Walaupun kapitalisme berhubungan dengan bidang ekonomi tetapi kapitalisme juga berpengaruh dalam hal kebijakan politik yang dibuat oleh Negara-negara maju terhadap Negara-negara berkembang yang sering dijadikan sasaran kapitalisme besar-besaran seperti Indonesia.

d. Ketergantungan
Memposisikan hubungan antar negara besar dan kecil. Pendekatan ini mengedepankan ketergantungan antara Negara besar dan Negara kecil yang saling keterkaitan sehingga satu sama lain saling bergantung, jadi Negara besar bergantung pada Negara kecil baik dalam hal politik, ekonomi dan dalam hubungan internasional dan sebaliknya sehingga satu sama lain mempunyai posisi yang sama.

e. Pendekatan Pilihan Nasional
Pilihan-pilihan yang rasional dalam pembuatan keputusan politik. Pendekatan pilihan nasional ini menekan kan bahwa pengambil kebijakan atau pembuatan keputusan dilihat dari rasionalitas yang ada di Negara tersebut agar bisa dijalankan oleh Negara dan tentu identitas social-politik sangat diperlukan. Terdapatnya identitas sosial-politik disebabkan adanya prilaku politik identitas guna mengembangkan kelompok-kelompok. Prilaku ini seiring bertumbuh-kembangnya eksplorasi kebudayaan di setiap kelompok guna "menemukan" kembali dan atau melestarikan solidaritas identitas yang dimiliki. Eksplorasi tersebut sangat bermanfaat bagi eksistensi kelompok identitas yang memiliki jumlah besar (mayoritas). Disini, pendekatan politik terlihat dari banyaknya dukungan para elit politik guna menggerakkan pertumbuhan budaya dan kemudian sebagai "konsekuensi" logis untuk mendapatkan dukungan dari kelompok identitas (simbiosis mutualisme).

Pendekatan politik kelompok akan menjadi sangat "berharga" untuk diperebutkan. Mengapa demikian? Fenomena ini terjadi karena adanya perebutan kekuasaan melalui cermin kebanggaan identitas yang lebih cenderung pada etnisitas. Kecenderungan tersebut cukup beralasan, karena masyarakat kita hari ini masih dalam tahap mencari "jati diri" sebagai identitas sosial-politik. Jati diri yang paling mudah didapatkan/dirasakan adalah identitas etnisitas yang sekaligus menjadi perekat solidaritas sosial-politik. Perebutan kekuasaan ini tidak semata-mata hanya berpijak pada "kontribusi" penguasa terhadap kelompok yang diwakilinya, namun juga terhadap kelompok lain yang selama ini menjadi bagian pendukung karena memiliki kesamaan identitas. Dari analisa tersebut, jalan koalisi antar kelompok berbeda identitas belum bisa dijadikan jaminan kesuksesan. Jaminan kesuksesan itu tidak muncul karena tingkat eksistensi politik identitas menjadi sangat dominan di negeri ini, sehingga kebanggan identitas akan terletak pada kelompok identitas mana yang berada di puncak kekuasaan.



Beberapa Pendekatan Lain dalam kajian Ilmu Politik

Pendekatan Behavioral
Jika pendekatan Institusionalisme meneliti lembaga-lembaga negara (abstrak), pendekatan behavioralisme khusus membahas tingkah laku politik individu. Behavioralisme menganggap individu manusia sebagai unit dasar politik (bukan lembaga, seperti pendekatan Institusionalisme). Mengapa satu individu berperilaku politik tertentu serta apa yang mendorong mereka, merupakan pertanyaan dasar dari behavioralisme. Misalnya, behavioralisme meneliti motivasi apa yang membuat satu individu ikut dalam demonstrasi, apakan individu tertentu bertoleransi terhadap pandangan politik berbeda, atau mengapa si A atau si B ikut dalam partai X bukan partai Y?

Pendekatan Plural
Pendekatan ini memandang bahwa masyarakat terdiri atas beraneka ragam kelompok. Penekanan pendekatan pluralisme adalah pada interaksi antar kelompok tersebut. C. Wright Mills pada tahun 1961 menyatakan bahwa interaksi kekuasaan antar kelompok tersusun secara piramidal. Robert A. Dahl sebaliknya, pada tahun 1963 menyatakan bahwa kekuasaan antar kelompok relatif tersebar, bukan piramidal. Peneliti lain, yaitu Floyd Huter menyatakan bahwa karakteristik hubungan antar kelompok bercorak top-down (mirip seperti Mills).

Pendekatan Struktural
Penekanan utama pendekatan ini adalah pada anggapan bahwa fungsi-fungsi yang ada di sebuah negara ditentukan oleh struktur-struktur yang ada di tengah masyarakat, buka oleh mereka yang duduk di posisi lembaga-lembaga politik. Misalnya, pada zaman kekuasaan Mataram (Islam), memang jabatan raja dan bawahan dipegang oleh pribumi (Jawa). Namun, struktur masyarakat saat itu tersusun secara piramidal yaitu Belanda dan Eropa di posisi tertinggi, kaum asing lain (Cina, Arab, India) di posisi tengah, sementara bangsa pribumi di posisi bawah. Dengan demikian, meskipun kerajaan secara formal diduduki pribumi, tetapi kekuasaan dipegang oleh struktur teratas, yaitu Belanda (Eropa).

Contoh lain dari strukturalisme adalah kerajaa Inggris. Dalam analisa Marx, kekuasaan yang sesungguhnya di Inggris ukan dipegang oleh ratu atau kaum bangsawasan, melainkan kaum kapitalis yang 'mendadak' kaya akibat revolusi industri. Kelas kapitalis inilah (yang menguasai perekonomian negara) sebagai struktur masyarakat yang benar-benar menguasai negara. Negara, bagi Marx, hanya alat dari struktur kelas ini.


Pendekatan Developmental
Pendekatan ini mulai populer saat muncul negara-negara baru pasca perang dunia II. Pendekatan ini menekankan pada aspek pembangunan ekonomi serta politik yang dilakukan oleh negara-negara baru tersebut. Karya klasik pendekatan ini diwakili oleh Daniel Lerner melalui kajiannya di sebuah desa di Turki pada tahun 1958. Menurut Lerner, mobilitas sosial (urbanisasi, literasi, terpaan media, partisipasi politik) mendorong pada terciptanya demokrasi.

Karya klasik lain ditengarai oleh karya Samuel P. Huntington dalam "Political Order in Changing Society" pada tahun 1968. Karya ini membantah kesimpulan Daniel Lerner. Bagi Huntington, mobilitas sosial tidak secara linear menciptakan demokrasi, tetapi dapat mengarah pada instabilitas politik. Menurut Huntington, jika partisipasi politik tinggi, sementara kemampuan pelembagaan politik rendah, akan muncul situasi disorder. Bagi Huntington, hal yang harus segera dilakukan negara baru merdeka adalah memperkuat otoritas lembaga politik seperti partai politik, parlemen, dan eksekutif.

Kedua peneliti terdahulu berbias ideologi Barat. Dampak dari ketidakmajuan negara-negara baru tidak mereka sentuh. Misalnya, negara dengan sumberdaya alam makmur megapa tetap saja miskin. Penelitian jenis baru ini diperkenalkan oleh Andre Gunder Frank melalui penelitiannya dalam buku "Capitalism and Underdevelopment in Latin America. Bagi Frank, penyebab terus miskinnya negara-negara 'dunia ketiga' adalah akibat :
- modal asing
- perilaku pemerintah lokal yang korup
- kaum borjuis negara satelit yang 'manja' pada pemerintahnya
Frank menyarankan agar negara-negara 'dunia ketiga' memutuskan seluruh hubungan dengan negara maju (Barat).

Dikutip dari berbagai sumber...
Selengkapnya...

7:58 AM

Online Ticketing for Sport Games

Diposkan oleh gdpermana

We should thank the internet for providing almost everything that we need. In the internet, we would be able to get many kinds of things that we need. All that we needed to do was just try to click the perfect site that provides the things that we need. We would be able to get many kinds of things, started from clothes, accessories, and even some hardware for the house.


In the internet, we would be able to order for some tickets. We would be able to order some flight plane tickets, just in case we need to go somewhere, or we would also be able to get the excellent music concert ticket in the internet. That wouldn’t be all. We would also be able to get some tickets to some sport games such as the football games. For some football lovers, they would be able to get the excellent Rose Bowl Tickets in the internet. They would only need to click the Acheapseat.com.

In the site above, they would also have the chance to get the DUNKIN DONUTS CENTER TICKETS They would also be able to get the BCS National Championship Tickets as well. So, the point is; you would be able to get many kinds of tickets in the internet, especially in the site that was mentioned above. You surely would also be able to get some excellent sport game’s tickets. Come and get it guys!

Selengkapnya...